Adanya sebuah parcel yang mengatasnamakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Sekretaris Jendral Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding membuat heboh publik. Pasalnya di dalam salah satu bingkisan itu terdapat sebuah telepon genggam dengan kisaran harga mencapai Rp 9 juta rupiah. Menanggapi soal kiriman parcel yang ditujukan untuk Abdul Kadir tersebut, Ketua DPR RI, Ade Komarudin meyakini hal itu tidak terkait dengan suap menyuap. Meski tidak ada peraturan tertulis mengenai penerimaan parsel, namun Politisi Golkar itu mengimbau kepada seluruh anggota Dewan agar tidak menerima apapun yang berkaitan dengan suap, termasuk di dalamnya parsel lebaran.
Dua kader PDIP Harun Masiku dan Mardani Haji Maming berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron ...