Ketua Progres 98 Faizal Assegaf melihat ada upaya mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggeser posisi Megawati Soekarnoputri dari jabatan ketua umum PDIP dengan dalih penyelamatan partai. Skenario suksesi itu makin mencolok yang terlihat dari manuver Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus pengemplangan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan sasaran membidik Megawati sebagai tersangka. Menurutnya, pendekatan hukum untuk membidik Megawati dan Setya Novanto dalam kasus BLBI dan e-KTP sudah pasti akan berimplikasi pada percepatan pergantian pucuk kepemimpinan di dua partai tersebut. Sehingga, dengan mudah PDIP dapat diambil alih oleh Jokowi, dan sekaligus Istana mengontrol Golkar dengan menyiapkan calon pengganti Novanto.
Dua kader PDIP Harun Masiku dan Mardani Haji Maming berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron ...