Pernyataan Presiden Joko Widodo di Hongkong yang mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar ketiga di dunia, setelah China dan India, dikritik. Pengamat ekonomi dari luar, Jake Van Der Kamp dalam artikel di kolom bisnis South China Morning Post (SCMP) mencemooh data yang dimiliki Presiden Jokowi. Pasalnya, dalam catatan dia, Indonesia berada di peringkat ketiga belas dalam hal pertumbuhan ekonomi di dunia. Lantas siapakah yang bertanggung jawab akan data sesat yang dibacakan kepada Presiden Jokowi? Merujuk pada salah satu artikel di media online, Sri Mulyani menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di peringkat ke-3 di dunia. Maka semestinya Sri Mulyani harus bertanggung jawab akan data sesat yang diberikan oleh Jokowi.
Dua kader PDIP Harun Masiku dan Mardani Haji Maming berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron ...